28 December 2011

UjiaN KeHiduPan

saat mnghtg hari menghadpi ujian dunia

pelbgai jenis juga ujian DISANA yng menimpa

samada Bersedia atau tidak


redha dan tempuhilah dgn SABAR  

dalam mengharungi keduanya

UJIAN DUNIA DAN AKHIRAT

moga ujian akhirat memberi kebaikan y abadi u diri ini

15 December 2011

rasa RIANG seketika

walau byak kerja yang perlu dibuat

tpi tangggjwb y  dlksanakan ini 

ibarat suatu keriangan buat diri

bersama2 dgn ahli kelab

menceriakan suasana dlm diri...

moga suasana itu sentiasa bersamaKu...


thank ALLAH 4 give me this oppurtunity



14 December 2011

Suami, Pemimpin bagi Keluarga

Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga adalah dimulai dengan ijab kabul. Saat itulah yang halal menjadi haram, atau sebaliknya yang haram  menjadi halal. Demikianlah Allah telah menetapkan bahwa ijab kabul walau hanya beberapa patah kata dan hanya beberapa saat saja, tapi ternyata mampu menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

Saat itu terdapat mempelai lelaki, mempelai wanita, dan saksi lalu ijab kabul dilakukan, sahlah keduanya sebagai suami-isteri. Status keduanya berubah, ada asalnya kenalan biasa tiba-tiba jadi suami, adapula yang tadinya tetangga rumah tiba-tiba jadi isteri. Orang tua pun yang tadinya sepasang, saat itu tambah pula sepasang, dialah orang tua isteri atau suami. Kerananya, andaikata seseorang berumah tangga dan dia tidak siap serta tidak mengerti bagaimana memposisikan diri, maka rumah tangganya hanya akan menjadi awal berdatangan aneka masalah.


Ketika seorang suami tidak sedar bahawa dirinya sudah beristeri, lalu bersikap seperti seorang yang belum beristeri, akan jadi masalah. Dia juga punya mertua, itupun harus menjadi bahagian yang harus disedari oleh seorang suami. Setahun, dua tahun kalau Allah mengizinkan akan punya anak, yang bererti bertambah lagi status sebagai bapa. Ke mertua jadi anak, ke isteri
jadi suami, ke anak jadi bapa. Bayangkan begitu banyak status yang disandang yang kalau tidak tahu ilmunya justeru status ini akan membawa mudharat. Kerananya menikah itu tidak semudah yang diduga, pernikahan yang tanpa ilmu berarti bersiaplah  untuk segera mengharungi aneka derita. Kenapa ada orang yang stress dalam rumah tangganya? Hal ini terjadi kerana ilmunya tidak memadai dengan masalah yang dihadapinya.


Begitu juga bagi wanita yang menikah, ia akan jadi seorang isteri. Tentu saja tidak boleh sembarangan kalau sudah menjadi isteri, kerana memang sudah ada ikatan tersendiri. Status juga bertambah, jadi anak dari mertua, ketika punya anak jadi ibu. Demikianlah, Allah telah menjadikan sedemikian rupa sehingga suami dan isteri, keduanya mempunyai peranan yang berbeza-beza.
Tidak bisa isteri menuntut emansipasi, kerana memang tidak perlu ada emansipasi, yang diperlukan adalah saling melengkapi. Seperti halnya sebuah bangunan yang menjulang tinggi, ternyata dapat berdiri kukuh kerana adanya prinsip saling melengkapi. Ada simen,bata, pasir, beton, kayu, dan bahan-bahan bangunan lainnya lalu bergabung dengan tepat sesuai posisi dan proporsinya sehingga kukuhlah bangunan itu.


Sebuah rumah tangga juga demikian, jika suami tidak tahu posisi, tidak tahu hak dan kewajiban,begitu juga isteri tidak tahu posisi, anak tidak tahu posisi, mertua tidak tahu posisi, maka akan seperti bangunan yang tidak diatur komposisi bahan-bahan pembangunnya, ia akan segera runtuh tidak keruan. Begitu juga jika mertua tidak pandai-pandai jaga diri, misal dengan masuk campur langsung pada pentadbiran rumah tangga anak, maka sang mertua sebenarnya tengah mengaduk-aduk rumah tangga anaknya sendiri.
Seorang suami juga harus sedar bahawa ia pemimpin dalam rumah tangga.

Allah SWT dalam hal ini berfirman :
"Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, kerna Allah telah  melebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka..."(Q.S. An-Nisa [4]:34)

Dan seorang pemimpin hanya akan jadi pemimpin jika ada yang dipimpin. Ertinya, jangan merasa lebih dari yang dipimpin. Seperti halnya presiden tidak usah sombong kepada rakyatnya kerana kalau tidak ada rakyat lalu mengaku presiden, bisa dianggap orang gila. Makanya, presiden jangan merendahkan rakyat, kerana dengan adanya rakyat dia jadi presiden.


Tidak layak seorang pemimpin merasa lebih dari yang dipimpin, kerana status pemimpin itu ada jikalau ada yang dipimpin. Misalkan isterinya bergelar master lulusan luar negeri sedangkan suaminya lulusan sekolah menengah,dalam hal kepemimpinan rumah tangga tidak bisa jadi berbalik dengan isteri menjadi pemimpin kelaurga. Dalam kes lain, misalkan di pejabatnyanya isteri jadi atasan, suami
kebetulan stafnya.Saat dirumah beza urusannya. Seorang suami tetaplah pemimpin bagi isteri dan anak-anaknya.

Oleh  itu, bagi para suami jangan sampai kehilangan kewajiban sebagai suami. Suami adalah tulang belakang keluarga, seumpama juruterbang bagi pesawat terbang, nakhoda bagi kapal laut, jurupandu bagi kereta api, pemandu bagi angkutan kota. Demikianlah suami adalah seorang pemimpin bagi keluarganya. Sebagai seorang pemimpin harus berfikir bagaimana mengatur bahtera rumah tangga ini mampu berkelok-kelok dalam mengarungi badai gelombang yang menerjang supaya dapat sampai bersama semua awak kapal lain untuk tiba di pantai harapan, suatu tempat  di akhirat nanti, yaitu syurga.
Kerananya seorang suami harus tahu ilmu bagaimana mengharungi badai, ombak, relung dan pusaran air supaya selamat tiba di pantai harapan. Tidak ada salahnya ketika akan menikah kita merenung sejenak, "Saya ini sudah punya kemampuan atau belum untuk menyelamatkan anak dan isteri dalam mengharungi bahtera kehidupan sehingga bisa kembali ke pantai pulang nanti?!" Kerana menikah bukan hanya masalah mampu cari wang, walau ini juga penting, tapi bukan salah satu yang terpenting. Suami bekerja keras membanting tulang memeras keringat,tapi ternyata tidak solat, sungguh sangat rugi. Ingatlah kerana kalau sekadar cari wang, harap tahu saja bahawa garong juga tujuannya cuma cari wang, lalu apa bezanya dengan garong?Hanya beza cara saja, tapi kalau cita-citanya sama, apa bezanya???


Buat kita cari nafkah termasuk dalam proses mengendalikan bahtera. Tiada lain supaya makanan yang jadi keringat statusnya halal, supaya baju yang dipakai statusnya halal, atau supaya kalau beli buku juga dari rezeki yang statusnya halal. Hati-hatilah, walaupun di poket terlihat banyak wang, tetap harus pintar-pintar mengendalikannya, jangan sampai asal main comot. Seperti halnya ketika memancing ikan di tengah lautan, walaupun nampak banyak ikan, tetap harus hati-hati siapa tahu yang sangkut dipancing ikan yu yang justeru bisa mengunyah kita, atau nampak manis gemalai tapi ternyata ikan duyung.Ketika ijab kabul, seorang suami harusnya bertekad," Saya harus mampu memimpin rumah tangga ini mengarungi episod hidup yang sebentar di dunia agar seluruh anggota awak kapal dan penumpang bisa selamat sampai tujuan akhir, yaitu syurga".

 Bahkan jikalau dalam kapal ikut penumpang lain,misalkan ada pembantu, saudara atau yang lainnya, maka sebagai pemimpin tugasnya sama juga, iaitu harus membawa mereka ke tujuan akhir yang sama, yaitu syurga.
 
Allah Azza wa Jalla mengingatkan kita dalam sabdanya,"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (Q.S. At-Tahrim[66]:6)

Kepada pembantu jangan hanya mampu suruh kerja saja, kerana kalau saja dulu lahirnya Allah tukarkan, majikan lahir dari orang tua pembantu, dan si pembantu lahir dari orang tua majikan, maka si majikan yang justru sekarang lagi ngepel. Pembantu adalah titipan Allah, kita harus mendidiknya dengan baik, kita tambah ilmunya, mudah-mudahan orang tuanya bantu-bantu di kita,
anaknya bisa lebih tinggi pendidikannya, dan yang terpenting lagi lebih tinggi akhlaknya.

Inilah pemimpin ideal, yaitu pemimpin yang bersungguh-sungguh mahu memajukan setiap orang yang dipimpinnya. Siapapun orangnya didorong agar menjadi lebih maju.
Subhanallah.........
 
YA ALLAH kurniakanlah seseorang yang mampu melengkapi diriku ini......

13 December 2011

TERKEDU DI SAAT INSAN LAIN LAYU.....

salam dccKu......

dah lame xkongsi rase bersama.....

agak segan u berkongsi tatkala diri ini diperhati.....

tuntutan hidup yang semakin memaksa diri,,,

tp setiap y berlaku hanya perlu dibuat perkara ini

1) HADAPI MASALAH
2)HAYATI MASALAH
3)NIKMATI MASALAH

tp dilihat berpa ramai yang boleh menikmatinya

selain hanya mampu beremosi dgn masalah itu

rase u mmpunyai suami disisi terhenti.

tatkala melhat situasi y hya menjerat diri

keEGOAN seorg lelaki tetapi

aG yakin dgn keSABARan wanita

itulah penyelmat keadaan....


agak terkesima diri ini

dicabar emosi oleh seorg lelaki

tak pernah terduga semua ini akan terjadi

agar gugur mutiara jernih

disaat diri mencari ilmu

diuji dgn cara yang xterjangka

kerana ingat akan pesan bonda

6T KENE CARI ORANG YANG ADE AGAMA JADI SUAMI

tp bg aG jika tidak kte ltkkan agama dihadapan

semua perkara y negtf akan terjadi...

mungkin apa y terjadi ini ada hikmah

mengajar diri u lbh istiqamah dan

baik sangka dgn semua perkara

kerana akal y positif membantu segalanya dalam hidup



tatkala melihat situasi yang menginsafkan diri ini
pinta aG hanya satu mengharapkan seseorang yang saling
melengkapi dlm suatu hubungan dlm mencari redha ILAHI......

4 December 2011



Ya ALLAH...
Redhai ketulusan hati...
Ya ALLAH..
Beri aku ketabahan...
Ya ALLAH..
Aku sanggup berkorban..
Demi rahmatMu..
Ya ALLAH.


ketulusan hati marshanda nyanyikan amat trase kesannya kini..........knape tidak???bagi aG hidup ini suatu persingghan y tidk dpt tidk mnusia x dpt lari dri bertemu dgn pncipta kelak dan u itu rahmat TUHAN amat diperlukan dlm menentukan nasib di akhirat 6t smda di baik atau sebaliknya.......

apa y telah aG lakukan dlm hidup ini mgkin tidk dpt diterima pd sesetgh pihak!!!! pendirian y dipegang dipertikaikan!!! tp knape mereka peduli tntg semua perkara y aG buat???? salahkah aG berprinsip u cbe menjadi muslimah??????

walau ape pun niat seseorg mmg kte tiada hak u menafikannya tetapi jika dilihat syarahan pertama dlm setiap bab akidah ataupun dilihat pd syarah imam Nawawi umpamanya memg ditekankn berkaitan niat...so walaupun niat baik tapi jika bertntgn dgn syariat ia tetap terbatas kerana matlamt tak menghalalkan cara...

aG masih mencuba u menjalani hidup dgn ISLAM  kerana jika dihayati amat indah jika kehidupan seharian manusia y berlandaskan syariat ILAHI....


tQ dccKu membiarkan aG menukilkan
kisah y berlaku
Di Celah-celah Kehidupan Ku....

3 December 2011

ape kate iman...........

ku sangka pans hingga ke ptg rupanyer hujan di tgh hari...
 penglamn berhrga y dirasai pd siang hari tidak dpt dijadikan pngalamn berharga pd mlm ari..........
suatu y aG cbe u elak tp msih xdpt disebabkn kenipisaan iman di hati


menaiki knderaan dgn bkn mahram........itu titik persoaln dicini....walaupun smua trjge
ttp ingt diri!!!!!!!!!! matlmat xmghalalkan cara... aG brmnolog sendirian...
bg ag im doesnt mean im agood person but im try to have a good deed....


bkn aG xbrterm kasih dgn bantuan y dhulurkan tp..pndgan ibu perlu dijage
selain pandgan ALLAH y utama
ibu agk terksan dgn ksanggupan diri ini menaiki knderaan bersamamu.......
sungguh aG msih xmampu u mlwn n mltk rse hormat dan patuh pd tempat y swjarnya.


maaf bkn niat aG nak mylahkan KAMU DLM HAL INI....
 aG tau niat KAMU cme satu.
memastikan anak gadis smpai dgn selamat di tmpat y dtuju.....
tp nisbah 3:2 itu y memeningkn keadaan diri aG......

ckup hye aG y mnggung rse ini.........
bkn niat u menynggung sesiapa.
tp sekadar ingt tggjwb y tergls di bahu..
sebagai Hamba ALLAH,
ANAK yang perlu TAAT pd IBU..
seorang SAHABAT y ingin membantu


sekiranya  momen ini brulang,,,
pohon aG cme satu........
dcekalkan hati dlm meghrunginya..

Ya ALLAH bantulah hambaMu...
dalam menjalani hidup ini agar selari dgn syariatMu.......

ingat diri,,

you must respect yourself b4 your respect somebody........